Ya Allah Aku Titipkan Dulu Rasa Ini Padamu, Karena Aku Mulai Jatuh Cinta

Kita tidak akan pernah tau kapan cinta itu datang, tumbuh dan berkembang. Memberikan keindahan dan wewangian yang dapat memikat hati. Tapi kadang kita sering lupa, di balik senyum itu pasti akan terselip luka. Atau kadang ada tangis setelah bahagia datang menyapa.

Aku tau rasa ini belum pantas untuk dimiliki, atau hanya sekedar harap untuk bersatu di lain waktu. hadirmu begitu indah dan menenangkan, tapi kau datang di waktu yang belum tepat. Waktu yang saat ini aku gunakan untuk berbakti kepada orangtua, berprestasi mengejar mimpi, dan mempersiapkan diri untuk pertemuan nanti.

Aku di sini masih sendiri, sendiri yang aku rasa lebih berarti dari pada berdua menumpuk dosa. Bahagiaku cukup, dengan orang tua yang selalu ada di saat dunia mengatakan tidak. Dan para sahabat yang selalu menghibur di saat hari begitu buruk dan menakukan.

Sejujurnya aku jatuh cinta pada sosokmu yang sederhana, pemikiran yang selalu brilian, dan keimanan yang kau miliki. Tapi aku tidak mau menjadi sosok pengganggu untuk mu terus maju menemukan yang kau cari. Aku hanya bisa menunggu jika kita berjodoh nanti pasti akan bertemu. Entah jadi pendampingmu di pelaminan, atau hanya sekedar tamu yang akan memberikan doa dan restu saat kau berdampingan.

aku titipkan rasa ini pada Allah dulu, dan biarkan Dia yang akan menjaganya. Menjaganya untuk seseorang yang benar-benar pantas untuk mendapatkannya. Dengan berani memintanya, bukanĀ  hanya sekedar mencuri dan menyakiti karena materi.

Jika kita dipertemukan nanti, aku akan bilang bahwa hati ini pernah tertulis namamu. Tapi aku malu, dan biarkan Allah yang mengatur takdirku dan taktirmu untuk saling bertemu pada waktu yang tepat dan saat yang pantas. Aku pantas menjadi pendampingmu, dan kau pun pastas menjadi seseorang yang akan aku sebut sebagai imam dalam keluarga.
Karena hatikutelah aku titipkan pada-Nya. Maka mintalah pada-Nya untuk mendapatkan hatiku menjadi bagian dari dirimu.